Warung Demokrasi, Cangkrukan dan wadah diskusi Pilkada Nganjuk 2018

WARTAJATIM.COM: NGANJUK. Bersiap menghadapi Pilkada serentak yang dilaksanakan pada pertengahan tahun 2018,KPU Kabupaten Nganjuk menggagas sebuah acara konsep cangkurkan masa kini berupa Warung Demokrasi.Jum'at (26/10/2017) acara yang dilaksanakan pada sesi minggu ketiga bulan oktober. dihadiri Ketua Panwaslu Nganjuk Abd Syukur, Waka Polres Nganjuk TONY SARJAKA SH. Tema yang diusung minggu ini , penanganan dan penegakan hukum pada pilkada 2018.

Abd Syukur berpendapat, bahwa jika terdapat beberapa masalah atau perkara dilapangan, sistem pelaporan yang bisa di tempuh yaitu pelaporan ke panwas harus memenuhi syarat formal yaitu 1.ada pelapor ada terlapor, saksi dan barang bukti.Dan pelapor harus datang langsung ke panwas untuk menerima form A1.

Warung demokrasi dilaksnakan sebagai cara arung Demokrasi ini merupakan sarana diskusi, pembelajaran dan pendidikan pemilih yang bertujuan untuk meningkatkan partisipasi pemilih dalam Pemilihan Serentak Tahun 2018 nanti. Konsepnya dikemas dalam bentuk diskusi, dimana nanti ada nara sumber baik dari internal KPU Nganjuk maupun dari pihak luar yang akan memaparkan materi sesuai dengan tema yang telah ditentukan. “Setiap pertemuan dalam Warung Demokrasi ini, baik tema, narasumber dan audien akan selalu berganti. Disini kita juga akan sediakan beberapa makanan dan minuman seperti halnya diwarung-warung, ada kopi, teh, gorengan dan jajanan lainnya secara gratis, sehingga suasana diskusi menjadi lebih gayeng dan akrab,” terang ketua KPU Nganjuk

Warung Edisi ke-tiga kali ini dimeriahkan oleh Band asli Kota Nganjuk yang sedang naik daun PLAT AG,dengan alunan musik reaggea yang menghangatkan dinginnya suasana serta mnghibur tamu undangan yang hadir dari berbagai lapisan masyarakat.faiz