Tingkatkan Pengawasan partisipatif, Panwaslu Kabupaten Nganjuk gelar Forum Group Discussion

Wartajatim.com Nganjuk : Upaya meningkatkan kualitas Kepengawasaan dalam Pemilu Kada, Pileg dan Pilpres, Selasa (19/12/2017) Panwaslu kabupaten Nganjuk mengadakan FGD yang dihelat di restoran Rakitos Nganjuk.Acara berlangsung secara santai dengan mengundang berbagai elemen masyarakat, diantaranya Pers, Mahasiswa, Organisasi Kemasyarakatan, dan Pemerintahan.

Abdul Syukur, selaku Ketua Panwaslu Kabupaten Nganjuk membuka acara mengatakan kegiatan ini sebagai upaya mengingat proses pengawasan dalam kepemiluan tidak mungkin ditangani semua oleh Bawaslu dan jajarannya mengingat terbatasnya personil yang tersedia tanpa partisipasi dari elemen masyarakat lain. Untuk itulah kedepan Bawaslu telah mencanangkan pengawasan partisipatif dengan  melibatkan santri dan kepanduan Pramuka. Mengingat Pramuka sebagai Kader tangguh dan berdedikasi tinggi dalam menjalankan setiap tugas yang diberikan.

Menghadirkan Tim Asistensi Bawaslu Jatim Abdul Kudus Salam, yang memaparkan beberapa media dalam melakukakn Pengawasan. Diantaranya pengguanaan Media sosial dan aplikasi android yang sedang diminati saat ini. Bawaslu dalam waktu dekat juga akan meluncurkan juga  beberapa program inovatif pengawasan  berupa Santri Mengawasi dan Desa Sadar Pengawasan. Melalui program inovasi tersebut diharapkan mampu mengoptimalkna pengawasan partisipatif oleh masyarakat agar terwujud kualitas pengawasan yang lebih baik.

Taufiq ali, pemerhati Pemilu yang juga akademisi menekankan partisipasi masytarakat perlunya di dukung civic education dan civil society yang bagus pula. perlunya mengidentifikasi tingkat kerawanan dalam melakukakn pengawasan akan memberikan gambaran dalam melakukan penyelsaian konflik jika terjadi pelanggaran dilapangan secara tepat.

Narasumber KPUD Nganjuk, Yudha Harnanto yang membidangi divisi Hukum memaparkan beberapa tahapan yang telah dan akan dilaknakan oleh KPU pada pemilu Kada maupun Pemilu Legislatif.mengingat setiap tahapan pasti juga akan melekat pula pengawasan.

Dalam sesi Tanya jawab di bagi menjadi 3 sesi , yang pertama Abie mahasiswa STKIP PGRI Nganjuk mempertanyakan pembahasan tentang pemahaman mekanisme penyampaian pelanggaran kode etik yang dilakukakn  penyelenggara  di TPS. Kedua dari PD aisiyah Nganjuk perlunya mengelompokkan atau Cluster di masyarakat dalam pemahaman mereka tentang kepengawasan maupun kepemiluan, mengingat setiap kasus dilapngan akan berbeda ditiap wilayah. Ketiga, Sopingi salah satu Kwarcab Nganjuk menyatakan kesiapannya anggota Pramuka utnuk terlibat dalam menyukseskan kegiatan pengawasan partisipatif.faiz