Sumpah Palapa Milenial sang Maha Patih Gajah Mada di Treteg Tosono

WARTAJATIM.COM. NGANJUK: TRETEG tosono atau dikenal dengan jembatan lama,diantara kekokohannya menyimpan spirit dan nilai sejarah cukup berarti bagi bangsa Indonesia. Budayawan sekaligus tokoh di kabupaten Nganjuk LUQMAN Surya bersama komunitas seni peran SastraJendra Kota Angin dan seniman Pepijar (perkumpulan pelestari seni budaya jaranan dan reog kabupaten Nganjuk),jumat (28/10/2017) bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda menggelar teatrikal kisah sang Maha Patih Gajah Mada yang berbalut nilai islami ,budaya dan kebangsaan.

mengambil Tema “Sumpah Palapa Pemuda 2017 seribu dupa disulut sholawat “ berlokasi di jembatan lama kertosono. pemilihan jembatann kertosono berdasarkan nilai sejarah yang terkandung didalamnya serta memilki nilai monumental yang tinggi. Konon menurut Luqman,”Gajah mada pernah melintasi jembatan ini kala menuju desa lambangkuning kertosono.”. dikarenakan memilki nilai budaya tinggi, budayawan yang sekaligus juga seorang dalang ini, berharap keberadaan jembatan ini tetap dilestarikan,jangan smpai dirobohkan syukur-syukur dikemas menjadi destinasi wisata budaya yang menjadi andalan masyarkat jawa timur dan nganjuk pada khususnya.

teatrikal “bangkitnya” kembali sang maha patih Gajah Mada ini menjadi sebuah napak tilas perjalanan sang maha patih mulai sebagai rakyat biasa,sampai dinobatkan sebagai maha patih dan kondang dengan Sumpah Palapanya di masa 1313 M.sumpah inilah yang menjadi inspirasi lahirnya sumpah pemuda 1928 M. gagasan unik dan fenomenal ini dikemas secara apik yang melibatkan juga dari pemuda nahdlatul ulama diantaranya laskar Nu,Banser dan seni hadroh pemuda nahdlyin kertosono.

kumandang lagu yaallal wathon dalam aksi teatrikal melekatkan nilai islami yang melandasi semngat sumpah pemuda masa kini menjadi sebuah spirit tanpa diskriminasi dalam membangun bangsa dan Negara melalui potensi diri pemuda era millennial.

“generasi muda yang juga merupakan generasi Y harus mengambil bagian penting menjadi lokomotif pembangunan”.ditambahkan Pemuda Indonesia harus menjadi bagian dari kemajuan bukan kebuntuan ,melalui aksi nyata,penuh karya dan prestasi sekaligus mewujudkan Indonesia tanpa diskriminasi.pungkas Doktoral dan sutradara drama kolosal, Luqman Surya.

kegiatan teatrikal ditutup dengan lantunan lagu kebangsaan satu nusa satu bangsa secara kkhidmat diantara para santri dan budayawan yang terlibat diacara tersebut.

kegiatan tetrikal dijembatan lama kertosono menjadi perhatian besar dari masyarakat kertosono dan sekitarnya,mendapat dukungan keamanan langsung dari koramil kertosono dan Polsek kertosono mengingat Jembatan yang secara resmi ditutup fungsinya oleh BBPJN VIII Surabaya 5 th lalu tetap menjadi sarana jalur alternatif yang cukup padat meski terbatas sepeda dan motor dan dengan kondisi jembatan kanan kiri lubang dan berkarat namun tetap memberikan manfaat bagi masyarakat. Faiz