Gathering Sudutlensa bersama Komunitas Film Indie Se-Kabupaten Nganjuk

WARTAJATIM.COM. NGANJUK: Bangkitkan semangat  dan komitmen bersama antar pegiat Sinematografi di Nganjuk dalam mewujudkan Nganjuk sebagai Kota Kreatif Film, Sabtu (4/11/2017) Komunitas Sudutlensa Nganjuk menggagas acara Nonton Bareng (Nobar) dan bedah Film bersama komunitas Film se Kabupaten Nganjuk. Acara yang digelar di D’kontainer Café & Resto ini menjadi acara pertama kalinya  ajang gathering Film maker dan Komunitas seni film di kabupaten Nganjuk.

Ada 3 karya sinematografi dari Sudut Lensa dan Myssinema yang di putar dan menjadi bahan diskusi bersama. Diantaranya Film berjudul, Teplok (Sudutlensa), Bulat Bundar (Myssinema) dan Premier Peluncuran Film terbaru Sudut lensa “Sarapan Pagi”.

Film pendek Sarapan Pagi karya Sudutlensa ini merupakan karya pertama sinergi bersama lintas komunitas di Nganjuk.film dengan durasi 10 menit ini mengisahkan perjalanan 2 sisi humanis kehidupan anggota Polri  yang memiliki problematika berbeda.

“sebuah pengalaman baru dan berkesan bisa berperan di Film ini,meski hrus kesulitan mengatur emosi didepan kamera dan harus Re Take berkali-kali” ujar Deny, Photografer yang berpenampilan berjenggot nyentrik.

Lain halnya dengan Miss Desy yang juga ikut berperan pertama kalinya, ,mengaku cukup kesulitan saat beradegan menangis. Ibu muda yang juga anggota Pol PP di Pemerintah Daerah Nganjuk ini , cukup senang dan berharap bisa ikut terlibat kembali bersama sudutlensa maupun  pegiat film lain mewujudkan Nganjuk menjadi Kabupaten dengan banyaknya karya-karya terbaik sinematografi.

Film Bulat Bundar karya Myssinema juga mendapat perhatian khusus karena memilki kakareter dan alur cerita yang menarik dengan mengangkat “kepolosan” anak-anak dengan segala pernik-pernik polah tingkah laku mereka. Taufan sang sutradara sekaligus penulis cerita,mengatakan melibatkan anak-anak dalam film di wilayahnya Mojokendil Ngronggot merupakan tantangan yang menjadikan karya ini terlihat beda. Semisal adegan Ketapel, “dengan penjiawaan peran yang baik bisa berakibat fatal terjadi insiden terkena sasaran ketapel, bisa repot saya “ ucap Taufan dengan penuh tawa saat ditemui Wartajatim.com di lokasi acara.

Acara di konsep secara independen,santai dan dalam nuansa kebersamaan antar pelaku sinematografi di kabupaten Nganjuk ini terlihat cukup ramai dan antusias.selain sudutlensa dan Myssinema, hadir pula Anjuk Ladang Sinematografi (ALC), Tozono Entertainment Community (TEC) dan perwakilan komunitas film dari sekolah yang memilki wadah sinematografi. hadirnya para pemain Film membuat suasana keakraban makin terjalin .
"“Kami senang bisa hadir dan menjalin kebersamaan dengan komunitas pegiat Film di Nganjuk. kebersamaan ini kedepan bisa menjadi spirit bersama menghasilkan karya sinematografi yang mampu menjadikan Nganjuk sebagai industri kreatif perfilman di Jawa Timur”pungkas Catur lajang yang juga berprofesi photographer.

Khoirunnissa (19),Ketua Panita acara menyampaikan, Acara Launching film Sudut Lensa "Sarapan Pagi"  & Diskusi Film Komunitas, ini dibuat untuk launching film Sudut Lensa yang berjudul "Sarapan Pagi" tapi bukan hanya itu kami juga membuat acara ini sebagai ajang diskusi dan Apresiasi juga kepada para Komunitas Film Se-Kabupaten Nganjuk. Menurut kami Apresiai film di kota Nganjuk sendiri masih kurang, apalagi untuk komunitas indie seperti sudut lensa dan komunitas film indie yang ada di Nganjuk

Maka dari itu kami membuat acara ini supaya bisa memberi wadah untuk mengapresiasi teman-teman yang mempunyai karya dalam bidang Film.

"Rencana kami akan membuat acara serupa setiap satu bulan sekali. Jadi kami akan memulai dengan cara kecil seperti ini, tapi dalam bentuk sekecil apapun sebuah Apresiasi sudah bisa memberi kebanggaan tersendiri bagi para kru"tutup Nissa,gadis mungil salah satu penggerak komunitas film sudutlensa mengakhiri wawancara bersama Wartajatim.com.Faiz