Respon Cepat informasi di Medsos Terkait Jembatan Lama Kertosono, BPPJN 8 Surabaya Rilis REKOMENDASI

INDONESIASATU.CO.ID:

NGANJUK - Sejak  kabar jembatan lama kertosono yang nyaris runtuh beredar viral di berbagai media sosial, Sabtu lalu (3/2/2018) tim teknis dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Marga melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) 8 Surabaya langsung merespon informasi yang disampaikan netizen yang juga warga kertosono.

Setelah melalui kajian dilapangan, pukul 20.45 Wib hari senin(4/2/2018) melalui akun twitter resmi BBPJN 8 Surabaya mengeluarkan rilis dan informasi kondisi jembatan lama kertosono. Ada 5 Catatan yang disampaikan melalui akun twitter tersebut :

  1. Jembatan Brantas lama ditutup untuk Umum mulai tahun 1991 (sudah ada jembatan Brantas Baru)
  2. Sejak Tahun 1991 hanya digunakan unutk lalu lintas local dan hanya kendaraan ringan
  3. Sejak tahun 2009 hanya digunakan unutk kendaraan roda 2 dan pejalan kaki. Karena pilar tengah sudah mulai miring, pondasi pilar tergerus sudah mulai miring. Rangka sudah mengalami deformasi dan sebagian besar berkarat.lantai sudah banyak yang berlobang.
  4. Walaupun kondisi jembatan sudah membahayakan, masyarakat tetap meinta jembatan tidak dibongkar, karena untuk aktifitas anak sekolah
  5. Pada tanggal 3 februari 2018, sekitar pukul 03.00, jembatan mengalami penurunan dan sangat membahayakan sehingga DITUTUP TOTAL.

Berdasarkan kajian dan informasi dilapangan saat itu, BBPJN 8 Surabaya mengeluarkan 2 Rekomendasi yaitu pertama Jembatan Lama Kertosono akan segera dibongkar dan kedua untuk mengakomodir Masyarakat, perlu diganti dengan JEMBATAN GANTUNG.

Camat Kertosono Suharono saat dihubungi via Telp menanggapi rilis resmi BPPJN 8 Surabaya mengatakan direncanakan hari ini (7/2/2018) akan menghadap Plt Bupati Nganjuk Abdul Wachid Badrus untuk membahas tentang Jembatan Lama Kertosono.

“Terima kasih atas respon Kementrian PU dan Bina Marga Provinsi Jawa Timur yang saat itu langsung berada dilokasi Jembatan. Hari ini ( Rabu) rencana kami akan menghadap Bapak Bupati untuk melaporkan situasi dan kondisi serta berharap Pemerintah Kabupaten Nganjuk bisa mengusulkan kepada Pemerintah Pusat di Jakarta untuk membangun atau membuat akses jembatan seperti rekomendasi dr BBPJN 8 Surabaya. Mengingat vitalnya fungsi jembatan tersebut bagi kegiatan ekonomi dan lalu lintas lokal terutama anak sekolah” pungkas Camat Kertosono. (faiz)

Index Berita