Perpustakaan Kemensetneg Ajarkan Literasi Informasi Untuk Meningkatkan Kompetensi Pegawai

INDONESIASATU.CO.ID:

JAKARTA - Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang begitu pesat tidak selalu membawa kemudahan bagi masyarakat. Membludaknya informasi yang dapat diakses melalui internet justru menimbulkan kebingungan tersendiri bagi pengguna. Salah satu cara yang dapat dilakukan perpustakaan adalah dengan memberikan pendidikan pemakai dengan fokus pada pengembangan literasi informasi pengguna. Untuk itu Perpustakaan Kementerian Sekretariat Negara memberikan bimbingan teknis guna meningkatkan kompetensi pegawai melalui literasi informasi di Pusdiklat Kemensetneg, Kamis (14/9).
 
Kompetensi dalam information literacy bukan hanya sekedar pengetahuan di kelas formal, tetapi juga praktek langsung pada diri sendiri dalam lingkungan masyarakatnya. Literasi informasi juga sangat diperlukan dalam setiap aspek kehidupan manusia, dan itu berlangsung seumur hidup. Literasi informasi menambah kompetensi masyarakat dengan mengevaluasi, mengorganisir dan menggunakan informasi. Bimbingan teknis literasi informasi ini menghadirkan narasumber ahli, antara lain: Utami Budi Rahayu Hariyadi (Pengajar pada Departemen Ilmu Perpustakaan dan Informasi, FIB Universitas Indonesia) dan Muhamad Prabu Wibowo (Pengajar pada Departemen Ilmu Perpustakaan dan Informasi, FIB Universitas Indonesia).
 
Pada saat pembukaan acara, Kepala Biro Tata Usaha, Sari Harjanti menjelaskan bahwa saat ini informasi yang beredar di masyarakt sangat banyak dan beragam bentuknya, sehingga kita harus pintar memilih informasi tersebut, apakah benar informasi tersebut, apakah bisa dipertanggung jawabkan informasi tersebut, apakah sumbernya dapat dipercaya, dan lain sebagainya sehingga informasi tersebut baik untuk kita kosumsi. “Miliaran informasi yang dapat kita dapat, miliaran informasi juga yang mesti kita pertanyakan, apakah benar dan tidaknya, oleh sebab itu dengan bimtek literasi informasi ini, diharapkan Bapak dan Ibu bisa memilah informasi tersebut secara bijaksana untuk kebutuan pekerjaan kita sehari-hari.” Jelas Sari Harjanti dalam pembukaan acara tersebut.
 
Tidak hanya itu, Karo TU, Sari Harjanti dalam kesempatan tersebut juga membahas aplikasi mobile website Perpustakaan Kementerian Sekretariat Negara yang dapat diunduh melalui Google Play Store kepada peserta bimtek, dimana aplikasi mobile Perpustakaan Kementerian Sekretariat Negara memiliki beberapa fitur antara lain: informasi bibliografis dan sinopsis koleksi buku-buku di Perpustakaan Setneg, katalog e-book beserta full text yang dapat diunduh, katalog local content beserta full text yang dapat diunduh.
 
Bimtek ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan sharing pengetahuan kepada para pustakawan/pengelola perpustakaan dan pemustaka tentang literasi informasi serta implementasinya dalam pekerjaan sehari-hari dan untuk menambah kompetensi pustakawan/pengelola dan pemustaka dalam mengevaluasi, mengorganisir dan menggunakan informasi. Penyelenggaraan kegiatan peningkatan kompetensi pustakawan, pengelola perpustakaan, dan pemustaka melalui bimtek literasi informasi dihadiri oleh 70 orang peserta.
 
Masyarakat Informasi
 
Para ahli komunikasi meyakini bahwa peradaban masa depan adalah masyarakat informasi (information society) yaitu peradaban di mana informasi sudah menjadi komoditas utama dan interaksi antar manusia sudah berbasis teknologi informasi dan komunikasi sehingga diharapkan mempunyai kompetensi dibidang informasi.
 
Didalam materi yang disampaikan oleh narasumber Utami Budi Rahayu Hariyadi menerangkan bahwa, kompetensi merupakan kemampuan dasar, sifat, ketrampilan dan pengetahuan yang memungkinkan seseorang berhasil menyelesaikan tugas dan tantangan. Sikap, ketrampilan dan pengetahuan yang memungkinkan seseorang berfungsi dengan memuaskan di suatu lingkungan kerja, baik sendiri maupun dengan orang lain.
 
Selain itu, Utami juga menjelaskan mengenai kompetensi personal, “Kopetensi personal yaitu serangkaian sikap, ketrampilan dan nilai yang memungkinkan seseorang bekerja secara efektif dan efisien, serta menyumbangkan tenaga dan keahliannya dengan positif untuk mendukung pencapaian visi dan misi  organisasi/lembaga  dan profesinya.” Jelas Utama dalam menyampaikan materinya.
 
Menurut Utami, seseorang yang berliterasi informasi harus mampu mengenali kapan dia membutuhkan informasi dan  mampu untuk menemukan, mengevaluasi dan menggunakan  informasi yang dibutuhkannya dengan efektif.
 
Berbeda dengan narasumber yang kedua, yaitu Muhamad Prabu Wibowo, ia menyampaikan materi mengenai diskusi Literasi Informasi dan Penelusuran Informasi, Strategi Penelusuran dan Pencarian Informasi dengan Search Engine Google, dan Evaluasi Kualitas Informasi dan Pengecekan Informasi Hoax dengan Teknik Kemampuan Pencarian Informasi.
 
Banyak cara yang diajarkan oleh Prabu untuk Penelusuran dan Pencarian Informasi dengan Search Engine Google, dari pencarain informasi yang dibatasi oleh sumbernya hingga pencarian benda-benda atau makluk hidup yang kita tidak tau namanya. Ada dua belas (12) tips yang diajarkan oleh Prabu yang bermanfaat untuk peserta bimbingan teknis.
 
Tidak hanya itu, Prabu juga mempunyai tips untuk terhindar dari informasi hoax, yaitu dengan cara checklist kualitas informasi, apakah informasi itu akurasi (data yang akurat, kredibel, sumber akurat), kelengkapan (bagian-bagian yang ada), konsistensi (penggunaan ukuran dan istilah), aktualitas (ketepatan waktu berlaku), keterbaruan (perubahan terbaru), relevansi (kesesuaian dengan konteks), aksesibilitas (ketersediaan akses sumber). (HAN-Humas Kemensetneg).

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita