Pasca Penutupan Total Jembatan lama Kertosono,Pelintas Jembatan akan “Beradu Nyali” di Jalur Jembatan Baru

INDONESIASATU.CO.ID:

NGANJUK - Perbincangan masyarakat kertosono dan sekitarnya masih hangat membahas kondisi terkini jembatan lama kertosono. Semenjak Sabtu(3/12//2018) pagi hingga sore, kerumunan masyarakat yang penasaran dengan kabar runtuhnya jembatan kertosono masih tetap berlangsung.

Sekitar pukul 15.30, beberapa langkah sementara diambil oleh Muspika  terkait jembatan kertosono diantaranya pemasangan papan larangan dan penutupan akses masuk jembatan lama. Bekerjasama dengan BPBD kabupaten Nganjuk,Pemerintah Desa Pelem ,Relawan LPBI NU Nganjuk serta masyarakat sekitar melakukan pemasangan 5 pagar bambu di pintu masuk jembatan, baik disisi timur maupun disisi barat.

Camat Kertosono Suharono,yang standby memantau perkembangan jembatan semenjak siang terlihat begitu concern mengamati berbagai kondisi. Komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak juga dilakukan. Didampingi Kepala BPBD Nganjuk Sukonyono, Camat Kertosono

“tadi tim teknis PU provinsi Jawa Timur sudah melakukan peninjauan lokasi dengan pengambilan Data melalui media DRONE untuk mengetahui tingkat kerusakan dan pertimbangan lainnya terhadap jembatan kertosono tersebut”kata Suharono.

Berdasarkan pantauan Sabtu malam (3/2/2018) pukul 21.00 wib, relawan BPBD Nganjuk dan Lembaga Penanggulangan Bencana & Perubahan Iklim NU (LPBI-NU) Nganjuk secara bersama melakukan pemantauan dilokasi dan sesekali melakukakn monitor jembatan terhadap aktifitas masyarakat yang biasanya “menghiasi” jembatan lama kertosono. Antusias masyarakat terlihat masih banyak yang inigin mengetahui kondisi jembatan bersejarah di kertosono.

Achmad Saiful (50) Salah Satu warga yang mengaku berasal dari sisi timur jembatan kertosono mengungkapkan beberapa dampak yang mungkin terjadi pasca penutupan total, semua aktifitas yang biasanya melintasi jembatan akan beralih ke jalur utama jembatan baru dan anak-anak sekolah serta pengendara lain akan “beradu Nyali” dijalur terpadat di wilayah timur Nganjuk. (faiz)

Index Berita