Anggota DPD RI Dapil Jawa Timur lakukan Kunjungan Kerja Ke Panwaslu Nganjuk

Wartajatim.com., Nganjuk : Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Jawa Timur Budiono melakukan kunjungan Kerja dalam rangka pengawasan dan penguatan kelembagaan Pemilu. Selasa (2/1/2018) jam 09.30 Budiono bersama stafnya Daim Ichsany hadir dikantor Panwaslu di jl Dermojoyo perum dinas DPRD.

Kunjungan diterima Ketua Panwaslu Abdul Syukur beserta Anggota komisioner lainnya dan Perwakilan Panwascam Loceret, Kertosono,Prambon, Ngetos, dan Sawahan. diawali melihat kondisi dan sarana prasarana panwaslu nganjuk.  Budiono menanyakan perihal kesiapan dan tahapan yang menjadi Tupoksi Panwaslu Kabupaten Nganjuk.

Abdul Syukur menyatakan keberadaan Kantor Panwaslu yang merupakan Perumahan Dinas Dewan DPRD Nganjuk ini kadang berfungsi juga menjadi ruang pertemuan 60 anggota Panwascam se kabupaten Nganjuk. Dalam hal kepengawasan, Bawaslu beberapa waktu yang lalu mendeklarasikan peran Pengawasan Partisipatif dengan program Santri Mengawasi ,Saka Adyasta Pemilu (Pramuka Pengaws Pemilu), pengabdian masyarakat pengawasan pemilu dan Forum Warga Pengawas Pemilu.

“Untuk Panwascam sudah terbentuk sedangkan untuk anggaran yang kita ajukan 10,5 Milyar yang terealisasi 5,6 Milyar, sehingga kantor sekretariat Panwascam yang kita harapkan ada tidak bisa terealisasi sehingga menumpang di kantor Kecamatan masing-masing”ungkap Syukur.

Syukur menambahkan ,sampai hari Ini proses tahapan baik Pemilu Kada serentak maupun Pemilu Legislatif masih berlangsung, seperti tahapan Verifikasi Faktual keanggotaan Partai Politik dan Pembentukan Petugas Pengawas Lapangan yang akan bertugas di 2.079 TPS se - Kab.Nganjuk.

Dipaparkan pula oleh anggota Panwaslu lainnya, realisasi dan proses penyerahan dana hibah yang memakan waktu lama saat itu  sempat menjadi kendala dalam ranghka penyiapan penguatan kapasitas kepengawasan sedangkan tahapan sudah berjalan dan keterbatasan SDM yang mendukung kinerja dari Panwaslu Nganjuk yang berjumlah 3 orang dan saat ini dibantu dengan tenaga admin Non PNS.

Budiono dalam kesempatan yang diberikan, berharap Panwaslu dan Jajarannya memperhatikan Pelanggaran Money Politic yang mendominasi disetiap tahapan Kampanye. Dan Pencermatan Proses terbentuknya DPT karena faktor ini yang menjadi bagian terpenting sukses dan tidaknya tahapan pemilihan.

“Money Politic menjadikan biaya Politik menjadi begitu besar, sehingga kecenderungan menciptakan kepemimpinan yang Koruptif juga tidak terelakkan bisa terjadi. Maka dari itu,diharapkan Panwaslu dan tokoh masyarakat memberikan pemahaman secara baik kepada masyarakat untuk menjadi Pemilih yang cerdas agar kabupaten Nganjuk semakin maju dan sukses di masa mendatang” ajak Budiono .ans